Home Mimbar Ide PILKADA 2020; Barometer Paragmatisme Masih Menggerogoti Anak Muda

PILKADA 2020; Barometer Paragmatisme Masih Menggerogoti Anak Muda

0

Oleh : Takbir Abadi*

Hari-hari kita sebagai warga negara yang  baik tidak terlepas dari agenda demokrasi yang sangat padat.  Jejak dari ruang demokrasi ini lah yang mengalir dan mengatur semua pergerakan  yang ada.

Kalau kita berbicara pada sistem. Maka kekuatannya ada pada tubuh sistem itu. Sistem demokrasi  kita adalah sistem yang terbaik dari segi konsepsi. Penyerapan dan pelibatan semua pihak adalah cara yang paling bijak.  Implementasi dari trias politik akan berjalan dengan maksimal.

Agenda politik terbilang sangat padat. Bagian dari agenda itu sudah terjadwalkan dengan rapi oleh para penyelenggara, dan semua itu terjadi karena penataan dari implementasi sistem yang rapi.

Soal penyelanggaraan demokrasi adalah hal yang lumrah jika benang-benang pragmatisme berjejak di dalamnya. Ini adalah soal yang lama dan sudah termasuk bagian dari agenda politik yang lama kelamaan akan menjadi tradisi.

Politik uang hari ini menjadi sasaran empuk bagi anak muda yang melihatnya sebagai sebuah peluang. Keuntungan tentu akan banyak, pundi- pundi rupiah tentu akan dimana saja. Paling tidak bisa jadi model beli baju atau apa saja yang bisa dinikmati dari permainan  semacam ini.

Seolah-olah anak muda rupanya akan ikut arus dengan kebiasaan orang-orang lama yang melihat kekuasaan  itu berangkat dari yang dan saldo direkening.

Para aktor politik juga memanfaatkan potensi anak muda yang pragmatisme dari berbagai macam cara. Kadang-kadang mengajak ke meja makan tempat mewah ketimbang memberikan arahan bahwa seperti ini sebenarnya politik yang tidak mencederai.

Ada juga beberapa aktor yang memanfaatkan potensi anak muda untuk raut untung suara, tapi ini agak lebih baik ketimbang menjadi distributor lembaran rupiah ke rumah-rumah warga.

Pada beberapa bagian, ada juga anak muda yang ikut-ikutan saja. Ada beberapa informasi katanya itu perintah senior, maka itu harus dilaksanakan. Hal seperti ini lah yang mencederai kemerdekaan individu seseorang untuk menjadi manusia merdeka yang sejati.

Maka jalan anak muda adalah jalan yang ruasnya ada gagasan dari ujung sampai dalam. Gagasan-gagasan perubahan yang menjadi bagian dari agenda politik. Cara ini adalah kesantunan yang paling bijak untuk anak muda. Kalau uang menjadi tolak ukur, gagasan yang besar juga bisa melahirkan hasil yang baik.

Kekhawatiran ini harus disudahi anak, muda harus punya nyali untuk punya sikap dan pendiri yang tegak. Melawan segala bentuk politik paragmatisme yang Menggerogoti.

Menolak paragmatisme itu adalah jalan. Maka sudah saatnya  kita sadar dan mencintai demokrasi kita dengan berada di jalan itu.

*) Penulis adalah penggiat literasi dan aktivis Muda Maros.

Facebook Comments