Home Berdikari Bahas UMKM di Tengah Covid 19, HMI Komisariat Polinas Gelar Diskusi Online

Bahas UMKM di Tengah Covid 19, HMI Komisariat Polinas Gelar Diskusi Online

0

MataKita.co, Makassar – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Komisariat Politeknik Nasional (Polinas) Cabang Makassar menggelar diskusi online, Kamis (21/05/2020).

Diskusi Online tersebut mengusung tema ‘Geliat UMKM ditengah pandemi Covid 19”, dengan narasumber dari APINDO & Konsultan UKM Sul-Sel, Bahrul Ulum Ilham, S.PD., MM, Dosen Bisnis Polinas LP3I Makassar, M. Dakhri Sanusi, S.E., MM, dan Akademisi & Fasilitator UKM, Aris Baharuddin, S.PD., M.AB.

APINDO & Konsultan UKM Sul-Sel, Bahrul Ulum Ilham membeberkan empat strategi agar usaha tetap maju ditengah bencana pandemi Covid 19.

“Pertama kita harus mampu membekali diri kita dengan Skill, Kreasi, dan Inovasi baru; Kedua Menyiapkan langkah-langkah keberlanjutan usaha; Ketiga perubahan cara berfikir dan sikap mental; Keempat Semangat dan kerjasama,” katanya.

“Namun yang terpenting kita harus merespon pandemi covid 19 dengan upaya meminimalkan bahaya yang diakibatkan sesaat setelah terjadi bencana, menemukan Bisnis Utama (Core Bisnis) dan fokus meminimalkan resiko (mitigasi) pada bidang-bidang yang terdampak seperti strategi menyelamatkan karyawan; strategi prioritas usaha; strategi memperkuat rantai pasok; strategi pelayanan alternatif; strategi komunikasi karyawan dan pelanggan; dan yang terakhir strategi akses bantuan,” tambahnya.

Sementara itu, Dosen Bisnis Polinas LP3I Makassar, Dakhri Sanusi mengungkapkan tantangan perekonomian disaat pandemi covid 19 sangat berat. Masyarakat sangat berhati-hati dengan membatasi bepergian dan komsumsi yang akan berimbas pada transaki jual beli di pasar.

“Data Goldman Sach menunjukkan sebanyak 96 % UMKM di AS merasakan dampak dari pandemi covid 19, dan 75 % dari usaha mereka mengalami penurunan penjualan. Sementara, didalam negri menurut mentri Koperasi dan UMKM Teten Mansuki, ada 1.785 koperasi dan 163.713 UMKM terdampak covid 19,” ungkapnya.

“Cara yang bisa dilakukan oleh pelaku UMKM supaya bisa bertahan dan bertumbuh ditengah krisis ekonomi ini. pertama mampu beradaptasi atau menyesuaikan diri terhadap keadaan atau kondisi normal yang baru; kedua menjaga posisi dana tunai; ketiga menemukan berbagai peluang baru; keempat meningkatkan pula jaringan distribusi atau network of network. Produk harus bisa beradaptasi dan dalam new normal digitalisasi sangat diperlukan untuk bisa menjajal masa depan,” ujarnya.

Akademisi & Fasilitator UKM, Aris Baharuddin menjelaskan nasib dunia usaha ditengah pandemi covid 19, menyebutkan siapa yang Bertahan?; Siapa yang Tertekan/sulit bertahan?; siapa yang Meningkat atau justru tumbuh?.

“Pertama yang bisa bertahan seperti Perikanan, Listrik, Gas, Air bersih, pengankutan, pertanian, perkebunan, peternakan, dan juga kehutanan; Kedua Tertekan atau sulit bertahan seperti Penerbangan, Energi, Restoran, Hotel, Perdagangan, Kontruksi, Industri Pengolahan, Pertambangan, Penggalian, dan Ekspor Barang Tambang. Ketiga yang meningkat seperti Kebutuhan Makanan, Kesehatan, Teknologi informasi & komunikasi, produk kesehatan pribadi, dan Retal. Menyampaikan pula solusi Untuk mempertahankan UMKM ditengah pandemi covid 19. UMKM yang berjumlah 64, 2 juta untuk tumbuh, yakni fokus kepada kebutuhan konsumen; terus berinovasi baik di produk maupun layanan; dan mengkaji proses bisnis dan memanfaatkan teknologi untuk untuk meningkatkan produktifitasnya,” ujarnya.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT