Home Edukasi Resensi Buku : Menjaga Martabat Hakim Konstitusi

Resensi Buku : Menjaga Martabat Hakim Konstitusi

0
Advertisement

Judul : Menjaga Martabat Hakim Konstitusi

Penulis: Fajlurrahman Jurdi, Rizqa Ananda Hanapi dan Taufik Hidayat

Penerbit : Litera dan Republik Institute
Tahun terbit : 2020
Jumlah Hlm : 156

Peresensi : Muhammad Al-Amien Jurdi (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Makassar)

Kewenangan Mahkamah Konstitusi begitu strategis yang bersifat limitatif langsung diberikan oleh konstitusi dalam pasal 24C UUD NRI 1945, melahirkan pertanyaan tentang siapa yang mengawasi para penjaga marwah konstitusi dalam menjalankan tugas ketatanegaraannya. Melihat kewenangan yang begitu besar dan strategis serta adanya beberapa peristiwa yang mengunjang pilar Mahkamah menjadi landasan lahirnya mekanisme pengawasan sebagai upaya untuk menjaga kehormatan dan keluhuran martabat hakim mahkamah konstitusi.

Pada hakikatnya, konstitusi telah memberikan pengawas bersamaan diberikannya kewengan kepada Mahkamah yaitu dilaksanakan oleh Komisi Yudisial sebagai pengawas hakim, tetapi dalam perjalanan dinamika ketatanegaraa dan politik hukum kekuasaan kehakiman kewenangan KY dimentahkan dengan amar putusan Makamah Konstitusi Nomor 005/PUU-IV/2006. Lahirnya putusan tersebut mengisyaratkan adanya dua hal yaitu: Hakim Konstitusi memang alergi jika diawasi oleh lembaga eksternal atau hakim konstitusi memang menjalankan tugasnya menjaga marwah konstitusi. Untuk memperkuat dan menjawab pertanyaan publik mengenai putusan MK ini, Mahkamah pun membentuk Dewan Etik Mahkamah Konstitusi sebagai pengawas yang bersifat internal dalam tubuh Mahkamah Konstitusi.

Pikiran terbesar yang ditulis dalam buku ini terpantik dari keresahan sebagai insan hukum terhadap pentingnya konsepsi dan optimalisasi pengawasan guna menjaga kehormatan dan keluhuran martabat hakim konstitusi dalam tugas mulianya sebagai wakil Tuhan didunia. Penulis juga melakukan evolusi mekanisme pengawasan dengan melakukan rekonstruksi sistem pengawasan oleh Dewan Etik. Rekonstruksi dalam tubuh Dewan Etik Mahkamah Konstitusi dilakukan dengan merumuskan suatu intrumen baru Dewan Etik, yang tentunya tidak akan mereduksi sifat kemerdekaan hakim konstitusi dalam menjalankan kewenangannya.

Evolusi dalam sistem pengawasan hakim konstitusi adalah keniscayaan sebagai bagian tuntutan kebutuhan untuk menjwab tantangan yang berusaha merobohkan pilar mahkamah konstitusi. Maka sifat dari rekonstruksi sistem pengawasan hakim konstitusi dalam buku ini adalah sebagai tameng dari Sembilan pilar Mahkamah Konstitusi yang harus tetap kokoh dengan nilai kehormatan dan keluhuran martabat karena pilar tersebut menopang sumber hukum bangsa dan negara yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Buku ini merupakan upaya untuk meneguhkan moral hakim Konstitusi dalam rangka menjaga harkat dan martabatnya guna terus menjaga konstitusi sebagai hokum dasar negara

Facebook Comments
ADVERTISEMENT