Home Kampus Hardiknas 2021 ; Problematika Pembelajaran ditengah Pandemi dan Peluang Pendidikan Tinggi Gratis

Hardiknas 2021 ; Problematika Pembelajaran ditengah Pandemi dan Peluang Pendidikan Tinggi Gratis

0
Imam Mobilingo
ADVERTISEMENT

Oleh : Imam Mobilingo*

Pandemi covid-19 dewasa ini telah merambah ke berbagai sektor kehidupan, bukan hanya di dunia kesehatan, ekonomi, bahkan pendidikan pun turut mendapat imbasnya. Bagaimana bentuk keterkaitan pandemi Covid 19 pada ranah pendidikan?

Dampak dari pandemi ini menyebabkan perkuliahan dengan sistem belajar mengajar secara tatap muka terhenti dan digantikan dengan sistem pembelajaran online atau daring dengan menggunkan fitur ataupun media pendukung seperti zoom, webex, Microsoft teams dan lain lain.

Advertisemen

Sementara di tengah hal ini, terjadi pula insiden ribuan tenaga kerja yang di PHK dari tempat kerjanya akibat larangan berkumpul, akibat dari regulasi pemerintah yang menghimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sehingga kegiatan produksi suatu perusahaan terganggu. Dalam artian kurang produksi sementara biaya jasa pekerja membengkak sehingga PHK menjadi salah satu jalan bagi industri atau perusahaan untuk meminimalkan pengeluaran demi menyelamatkan perusahaan dari “gulung tikar”. Tentu hal ini berdampak besar bagi ekonomi keluarga, yang kemudian berujung pada kesulitan pembayaran biaya kuliah. Dalam merespon hal ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan penyesuaian UKT bagi warga yang terdampak melalui aturan Permendikbud 25 tahun 2020. Dalam aturan tersebut dikatakan bahwa perubahan kemampuan ekonomi Mahasiswa, orang tua Mahasiswa, atau pihak lain yang membiayai Mahasiswa, pemimpin PTN dapat menurunkan atau menaikkan besaran UKT melalui penetapan ulang pemberlakuan UKT terhadap mahasiswa, tetapi penetapan besaran UKT kembali menjadi wewenang pihak kampus sehingga mengakibatkan ketidakpastian hukum terhadap keluarga terdampak dan faktanya di Unhas masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan terhadap proses yang ditempuh untuk pengajuan penyesuaian UKT.

Selain itu, dampak pandemik oleh karena larangan berkumpul, membuat keramaian serta salah satu solusi untuk menekan penularan virus Covid-19. Dari semua institusi pendidikan mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring. Dari sebuah solusi yang hadir tak ayal menciptakan masalah baru. Uang Kuliah Tunggal yang mewajibakan kepada tiap mahasiswa, sekiranya di awal perkuliahan melakukan pelunasan, sebagai subsidi dalam penggunaan sarana dan prasaran kampus. Namun, di tengan pandemi, sekalipun perkuliahan dilakukan secara virtual. Pihak kampus tetap mengharuskan mahasiswa melakukan pembayaran UKT.

Rupert C. Lodge pernah mengatakan ‘Life is education, education is life’. Proses kehidupan pada hakikatnya adalah proses pendidikan, dan pendidikan adalah hidup atau kehidupan itu sendiri, terangnya dalam kutipan tersebut. Dari kutipan sederhana namun dalam pemaknaan ini sejatinya mampu memberikan pengajaran bahwa pendidikan pada suatu Negara tentu merupakan pondasi terpenting dalam upaya mencapai kesejahteraan. Di indonesia hal ini demikian adanya, bahwa pendidikan adalah cita-cita bersama dan dengan jelas dan terang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”, yang kemudian diatur dalam UU Pasal 31 ayat 1 yang berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Sehingga menjadi suatu kewajiban bagi negara dalam memastikan, menyediakan dan mengupayakan agar sistem pendidikan yang dapat dijangkau oleh seluruh warga negara Indonesia. Namun, anomali realitas memberikan tampakan yang jauh berbeda. Negara telah memastikan hak hanya bagi sekelompok orang. Dan menyisahkan duka bagi sekelompok lainnya.

Jika saja, sebuah pendidikan yang ideal hanya sampai pada impian belaka, statement ini mampu dipatahkan. Salah satu Negara yang sering kali menjadi rujuakn sebagai barometer keberhasilan pendidikan yaitu Finlandia. Hal ini tidak mengherangkan mengingat negera kecil Nordik ini memberikan perhatian sangat besar pada pendidikan tinggi sampai pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Sestem pendidikan dengan konsep universal yang menjangkau semua kalangan usia yang partisipatif.

Dirangkum dari tulisan Wold Economic Forum dan Insider , berikut adalah beberapa penerapan system pendidikan yang membuat Finlandia unggul dalam pendidikan global. Persaingan tidak begitu penting, Finlandia membuktikan bahwa persaingan tidak membuahkan kesuksesan, melainkan kesuksesan hadir apabila ada kerja sama yang nyata antar siswa,serta institusi. Selanjutnya, guru menjadi profesi yang paling dihormati, serta yang palig utama dan menjadi keresahan bersama adalah pendidikan gratis dan berkualitas mampu diwujudkan oleh Negara Finlandia.

Selain Finlandia, chile sejak 2016 merupakan Negara yang memberikan pendidikan gratis dalam pendidikan tinggi. Beberapa faktor yang mendasari mengapa Chile pada akhirnya memberikan pendidikan gratis, hal ini tidak terlepas dari pada perjuangan yang berderat rapi dalam lembaran sejarah yang digerakkan secara kolektif oleh pelajar-pelajar di Negara tersebut. Sehingga, pada akhirnya perjuangan ini pun membawa gerakan guru, buruh, mahasiswa, pelajar berada pada barisan yang sama dan dengan kekuatan suara yang sama pula, yaitu penyediaan pendidikan gratis. Garis lurus kita tarik ke Negara Indonesia, seyogyanya Finlandia,Chile memberikan suatu referensi mendasar bahwa pendidikan gratis bukanlah hal yang utopis.

Referensi:

Badan Pusat Statistik. 2020. Angka Pastisipasi Kasar Perguruan Tinggi tahun 2020

Daelami. 2016. Implementasi kebijakan Pendidikan tinggi: Pelaksanaan reformasi Pendidikan tinggi di Indonesia. Jurnal Ilmiah Niagara Vol.8 No. 2

Darmaningtyas. 2014. Melawan Liberalisasi Pendidikan. Malang. Intrans Publissing

Fahri, Muh. 2008. BHMN PT: Antara Idealisme, Kapitalisme, dan Liberalisme. Jurnal Ilmiah Bestari. No.37

Prasetyanto, Agritama. 2018. Gerakan Chilean Winter 2011 Sebagai Gerakan Perlawanan Menentang Privatisasi

*) Penulis adalah Formatur Ketua Umum BEM KM Universitas Hasanuddin

Facebook Comments
ADVERTISEMENT