Home Kesehatan Belajar Dari “Gelombang Kedua” Covid-19 di India, Semua Elemen di Gorontalo Siap...

Belajar Dari “Gelombang Kedua” Covid-19 di India, Semua Elemen di Gorontalo Siap Jalankan Instruksi Pemerintah Pusat

0
ADVERTISEMENT

Matakita.co, Gorontalo – Rekor dunia pecah di India. Sebanyak 401.993 kasus baru tercatat dalam sehari, ini merupakan gelombang kedua pandemi Covid-19 yang tak terkendali. Adapun data kasus Covid-19 ini berdasarkan data Kementerian Kesehatan India seperti dilansir kantor berita AFP, Sumber: detiknews.com, Sabtu, (01/05/2021).

Masih dalam rilis yang sama, kasus Covid-19 di India ini bermula dari awal tahun saat ada pelonggaran pembatasan aktivitas setelah kasus infeksi turun dibawah 10.000 kasus per hari.

Advertisemen

 

Saat pelonggaran itu, terjadi kerumunan keagamaan massal seperti Kumbh Mela yang menarik jutaan peziarah Hindu. Selain itu, demonstrasi politik yang dibiarkan berlanjut, bahkan ketika jumlah kasus mulai meningkat tajam pada akhir maret.

Kondisi Gorontalo.

Total sebanyak 5385 jiwa yang sudah terkena Covid-19 di Gorontalo, 87 jiwa dirawat, 5134 jiwa sembuh dan 164 jiwa meninggal dari data Dinas Kesehatan Provinsi Goronralo per 29 April 2021.

Menghadapi liburan Idul Fitri 1442 H tahun 2021 ini, jauh-jauh hari Presiden Jokowi telah menghimbau kepada masyarakat Indonesia agar tidak mudik lebaran untuk mengantisipasi melonjaknya angka penyebaran dan penularan Covid-19 berkaca pada pengalaman tahu 2020 lalu.

Tidak sampai disitu, Presiden kemudian meminta kepada para Gubernur, Bupati, Walikota agar mengeluarkan aturan mudik bagi warganya. Perintah Presiden Jokowi inilah yang membuat para Kepala Daerah di Gorontalo merespon dengan cepat demi menyelamatkan masyarakat dari bahaya Covid-19.

Dimulai dari menggelar Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dihadiri oleh Gubernur, Kapolda, Danrem, Kejati, Kabinda, Kepala Pengadilan Tinggi, para Bupati dan Walikota itu bersepakat untuk melarang warganya mudik.

Tidak sampai dihimbauan, Forkopimda kemudian bergerak meninjau perbatasan antar provinsi, Atinggola, Taludaa, Tolinggula, Popayato adalah titik masuk jalur darat menuju Gorontalo.

Aturannya jelas, tanggal 6 Mei 2021 akses masuk baik darat, udara dan laut diadakan pembatasan sementara dengan beberapa syarat yang tertuang pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021, Addendum Surat Edaran KaSatgas No. 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dan SE Ka Satgas No. 13 Tahun 2021 Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Pengendalian Covid-19 selama bulan suci ramadhan.

Bersyukur banyak pihak yang mendukung kebijakan pemerintah, hasil pantauan awak media, dibeberapa grup dan jejaring media sosial bahkan netizen menunjukkan kewarasan berpikir dalam memahami aturan pemerintah serta situasi dan kondisi tanah air pun dengan maksud dan tujuan hadirnya larangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Berikut komentar netizen yang berhasil dirangkum:

“Larangan Mudik Ini Dari Pemerintah Pusat, Baru Turun Ke Daerah-Daerah”.

“Siapapun depe gubernur tetap iko instruksi dari pemerintah pusat, dan larangan mudik ini bukan cuma berlaku di Gorontalo, tapi seluruh Indonesia. Jadi mari jo torang ba pikir cerdas”.

“Mau siapapun pemimpin, tetap sama aturannya, aturan dari pemerintah pusat. Semua gubernur indonesia tetap ikut aturan pusat”.

Ada pula netizen dari provinsi tetangga yang memberikan pemahaman yang sama dengan Gorontalo dan menyatakan bahwa di Sulawesi Utara pun berlaku larangan mudik.

“Untuk Sulut berlaku pelarangan mudik, karena adik saya kerja pada dinas perhubungan Sulut”.

Bahkan ada yang mengajak warga lainnya untuk bersabar dan turut berdoa agar wabah Covid-19 ini cepat berlalu.

“Bersabar saja saudara-saudaraku yang diluar daerah, Insya Allah tahun depan normal kembali”

Melihat tingginya kesadaran dari warga masyarakat di Gorontalo ini, kita semua berharap agar kebijakan dari pemerintah pusat dan daerah akan mampu menekan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo, dan kita semua berdoa agar Gorontalo terhindar dari bencana besar seperti yang terjadi di India akibat adanya pelonggaran pembatasan.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT