Home Hukum Luruskan Pemberitaan Pembubaran oleh Satgas Covid-19, Begini Klarifikasi Owner Barbershop/Tatto Piercing

Luruskan Pemberitaan Pembubaran oleh Satgas Covid-19, Begini Klarifikasi Owner Barbershop/Tatto Piercing

0
Advertisement

MataKita.co, Gorontalo – Beredarnya Berita Keributan yang terjadi saat Satgas covid-19 melakukan sidak pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara mikro, di salah satu tempat usaha Babershop/Tatto Piercing di jalan Prof HB Jassin, Kelurahan Dulalowo, Kota Gorontalo, pada sabtu (10/07/2021) kemarin.

Terkait pemberitaan tersebut, pihak pemilik usaha Barbershop/Tatto Piercing angkat bicara, menurutnya pemberitaan yang di publikasikan tidak sesuai fakta yang terjadi.

Try selaku Owner di usaha tersebut merasa di rugikan atas pemberitaan tersebut yang pada saat itu dirinya dan pihak keluarga hanya duduk di halaman tempat usaha mereka dengan pagar yang sudah tertutup.

“Tinggal kita-kita yang ada yang sementara prepare, karena kita selaku orang rumah tinggal di dalam. Kalau kita di suruh bubar. Lah kita mau kemana rumah kita disini.” Ucap Try saat di wawancarai di lokasi itu.

Try Indriyani yang merupakan istri dari pemilik Barbershop itu menjelaskan bahwa kemungkinan petugas beranggapan mereka sedang ngumpul-ngumpul atau nongkrong yang sebenarnya tidak.

Kapolres yang turun langsung di lokasi itu menegur secara langsung, Dirinya yang berada di lokasi itu juga sudah menjelaskan kepada Kapolres Gorontalo kota, namun Kapolres Gorontalo Kota yang datang dengan suara tegasnya membuat suasana jadi panas hingga terjadi cekcok.

“Untuk petugas yang terhormat, alangkah baiknya para petugas bisa memperlihatkan surat tugasnya kepada management cafe/resto (saran), jangan lupa salam dan perkenalkan diri. Dan yang lebih penting adalah petugas di lapangan harus tahu tentang aturan yang akan diberlakukan & juga tahu tentang aturan yang mengatur dirinya dalam menjalankan tugasnya di lapangan. Agar kita masyarakat paham. Kalo datang dengan suara keras dan terkesan menindas ya gimana kitanya pak, pasti emosi juga. Jadi saya mewakili suara para pedagang, tolonglah pak.. semua akan baik-baik saja dan legowo kalo si bapaknya tidak arogan, ” Ungkapnya.

Dirinya mengaku cekcok yang terjadi karena Kapolres datang menegur dengan nada keras tanpa menanyakan terlebih dahulu situasi yang terjadi hanya melihat dari satu sisi.

“mo alasan apalagi ini, ini saya lihat masih kumpul-kumpul,” Ucap Kapolres, Try Indriyanti yang emosi mendengar nada keras mencoba menjelaskan.

“Torang so tutup pak” Jawab Try. Namun mendengar alasan dari Try Kapolres melontarkan pertanyaan “ini kenapa lampu masih menyala?, ” Mendengar hal itu Try mencoba menjelaskan lagi, “torang kase manyala lampu bukan berarti kita masih buka, Saat itu Klien kita 2 orang torang so tolak dari jam 9” Jelasnya dengan nada keras karena tidak terima dengan sikap yang di berikan kapolres.

Dirinya mengaku Kapolres mempersoalkan mengapa lampu pada saat itu masih menyala, karena pihak keluarganya masih sementara makan.

“Masa ada orang makan mo kase mati lampu, sedangkan kita sudah mematuhi protokol kesehatan, ini cuman masalah sepele cuman adanya berita yang beredar yang mana torang berkumpul di bubarkan aparat yang mana berita itu menjelaskan torang lagi nongkrong,” Terang Try.

Try menambahkan sekaligus mengkritik bahwa PPKM harunya lebih di lakukan di siang hari bukan hanya di malam hari, karena aktifitas masyarakat lebih banyak di siang hari bukan malam hari.

Lebih lanjut, Try mengaku pemberitaan yang ada di media tidak sesuai fakta dengan keadaan yang ada, hingga dirinya merasa sangat di rugikan.

“Tulisan media yang beredar tidak sesuai fakta, media itu juga sudah melanggar kode etik Jurnalis. Selama tidak ada itikad baik untuk meminta maaf secara langsung kami akan melaporkan media tersebut karena sudah melanggar kode etik jurnalis, seharusnya media itu meminta penjelasan bukan mempublikasikan tanpa ada narasumber, kami meminta secepatnya pihak media segera menemui kami, ” Tutup Try.

Pihak yang bersangkutan meminta agar pihak media yang telah memberitakan tersebut datang dan meminta maaf secara langsung.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT