Home Berita Krisis Hati Nurani, Petugas KKP Kelas III Gorontalo Larang Terbang Ibu Hamil...

Krisis Hati Nurani, Petugas KKP Kelas III Gorontalo Larang Terbang Ibu Hamil Yang Sedang Berduka

0
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Gorontalo melakukan tindakan tidak manusiawi dengan menggagalkan penerbangan seorang ibu hamil yang dalam keadaan orang tuanya meninggal di Bandara Djalaludin Gorontalo. (Foto : Ist_)
Advertisement

Matakita.co – Gorontalo, Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Gorontalo melakukan tindakan tidak manusiawi dengan menggagalkan penerbangan seorang ibu hamil yang dalam keadaan orang tuanya meninggal di Bandara Djalaludin Gorontalo. Dalam video yang viral di  sejumlah media sosial terlihat ibu hamil yang jatuh pingsan dibawa ke RS MM Dunda Limboto.

Kejadian tidak manusiawi tersebut terjadi hari ini sekitar pukul 12.00 WITA di Bandara Djalaludin Gorontalo dengan korban penumpang yang tidak berangkat Yulindah Rahmayani Syahndri. Penumpang maskapai Lion Air dengan Rute Gorontalo-Pontianak JT 793 yang sedang hamil tersebut jatuh pingsan dan harus dirawat di RS MM Dunda Limboto. Istri dari ASN Kejaksaan Pohuwato tersebut sudah melampirkan beberapa berkas yaitu hasil vaksin, surat keterangan dari Kejaksaan Pohuwato, menginfokan kepada petugas dalam keadaan berduka, melampirkan surat keterangan hasil rapid test antigen.

“Kejadian viralnya perbuatan petugas KKP Kelas III Gorontalo yang tidak manusiawi membuat malu Provinsi Gorontalo. Ibu hamil yang sedang berduka seharusnya diberikan kebijakan untuk terbang karena sudah ada kelengkapan kelengkapan dokumen kelayakan terbang. Apabila tidak bisa melengkapi PCR karena wilayah Pohuwato sarana pendukung PCR nya terbatas, seharusnya dengan mempertimbangkan hati nurani bisa dibantu karena akurasi rapid test antigen bisa menggantikan syarat PCR tersebut. Dengan kejarian ini kita mempertanyakan nurani petugas KKP Kelas III Gorontalo apakah masih hidup atau tidak” ujar Zakaria Koordinator BEM Se Provinsi Gorontalo.

Petugas KKP Kelas III Gorontalo yang bertugas di Bandara Djalaludin Gorontalo dan melarang Yulindah Rahmayani Syahndri berangkat ke Pontianak antaralain Arwan, Wiwin Fataruba, Sri Wahyuni Bakari, Hamdan Mertosono, Nova Sandra Rauf, Yusri Yusuf, Atika Manoppo, Noviyana Rauf.

Akibatnya, Yulindah Rahmayani Syahndri pingsan dan harus larikan dan dirawat di RS MM Dunda Limboto.

“Hentikan perbuatan tidak menggunakan hati nurani, sudah banyak kejadian KKP Kelas III Gorontalo terlalu mempersulit keberangkatan penumpang pesawat. Jangan sampai pemangku kebijakan mati hati nurani menyikapi keadaan keadaan seperti ini” pungkasnya.

Chin/AK

Facebook Comments
ADVERTISEMENT