Beranda Mimbar Ide Rammang-Rammang Cermin Implementasi Pertanian Organik 

Rammang-Rammang Cermin Implementasi Pertanian Organik 

0

Oleh : *Engki Fatiawan

Kesadaran masyarakat terhadap bahaya bahan kimia sintetik pada makanan memunculkan gerakan untuk merubah perspektif mengenai penggunaan bahan kimia sintetik. Bahan-bahan kimia yang ada dalam makanan selain dari pengawet makanan, pewarna makanan, dan sebagainya, bahan kimia sintetik pun didapatkan sebelum makanan itu diolah yakni dari hasil-hasil pertanian tanaman pangan.

Hasil perubahan perspektif masyarakat terhadap penggunaan bahan kimia sintetik pada makanan kini memunculkan pola pertanian alami. Pertanian dari alam, diolah menggunakan bahan alam untuk manusia dan akan kembali ke alam lagi. Pertanian alami bahasa kerennya adalah pertanian organik.

Advertisement

Pertanian organik adalah pertanian yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan sisa-sisa bahan organik berupa serasah, kotoran hewan, dan sampah-sampah organik lainnya sebagai bahan penambah unsur hara dalam tanah yang dibutuhkan oleh tanaman. Pertanian organik merupakan pertanian sehat karena tidak menggunakan pupuk kimia sintetik dalam proses budidaya tanaman. Tanaman ditumbuhkan secara alami dengan menggunakan bahan-bahan alami.

Perlu diketahui bahwa penggunaan pupuk kimia dapat memberikan manfaat terhadap kesuburan tanah dengan waktu yang cepat tetapi, jangka panjang akan berefek buruk pada tanah itu sendiri. penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus akan menyebabkan dosis pupuk semakin bertambah. Pada akhirnya petani akan membeli pupuk lebih banyak dari yang sebelumnya. selain itu, masalah kesehatan terhadap manusia pun akan timbul.

Hal ini disadari oleh sekelompok komunitas masyarakat yang ada di Rammang-Rammang, Kabupaten Maros. Selain mengembangkan sektor pariwisata geopark mereka pula memanfaatkan potensi alam lokal dalam bidang pertanian organik. Pemanfaatan potensi alam ini berupa pembuatan pupuk organik dari kotoran kelelawar.

Goata merupakan produk hasil pembuatan pupuk organik lokal yang bahan utamanya adalah kotoran kelelawar. Pupuk ini telah dikembangkan oleh komunitas masyarakat di Rammang-Rammang dan telah melalui uji lab. Terbukti pupuk organik goata setelah diaplikasikan ke padi, terjadi peningkatan hasil panen pada padi.

Pertanian organik spesifik lokal menjadi lawan tanding dari kreasi kapitalisme pertanian. Ketergantungan petani pada pupuk kimia lambat laun akan hilang dan merubah paradigma menuju Pertanian yang sehat. Pertanian alami yang tidak bergantung pada antek-antek asing.

Rammang-Rammang perlu dijadikan cerminan oleh daerah lain dalam mengelola tanah. Bahwa dalam proses pertanaman perbaikan terhadap tanah sangat penting. Dan hal itu telah dibuktikan oleh masyarakat setempat.

Tindakan tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap kapitalis Pertanian. Dengan penuh kesadaran Iwan Dento dan kawan-kawan memperjuangkan tanahnya dari jeratan ketergantungan serta tetap menjaga keberlanjutan pertanian (sustainable agriculture).

*) Penulis adalah Ketua umum PK IMM Pertanian Unhas Cab. Makassar Timur

Facebook Comments
ADVERTISEMENT