MataKita.co, Makassar – Suasana Wisuda Periode Juni 2026 Universitas Hasanuddin (Unhas) tidak hanya diwarnai ribuan lulusan dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga kehadiran tujuh mahasiswa internasional yang berasal dari enam negara. Mereka menempuh perjalanan lintas benua untuk menyelesaikan pendidikan tinggi di salah satu perguruan tinggi terbesar di kawasan timur Indonesia.
Kehadiran para lulusan internasional tersebut menjadi gambaran semakin kuatnya internasionalisasi yang dibangun Unhas. Kampus yang berlokasi di Tamalanrea, Makassar, itu kini menjadi tujuan studi bagi mahasiswa dari berbagai negara yang ingin mengembangkan kapasitas akademik sekaligus memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan multikultural.
Tujuh mahasiswa internasional yang mengikuti prosesi wisuda periode Juni 2026 berasal dari Afghanistan, Madagaskar, Yordania, Irak, Pakistan, dan Gambia. Mereka menempuh pendidikan pada berbagai program studi dan fakultas di lingkungan Unhas.
Shahabuddin Esmati asal Afghanistan menyelesaikan studi pada Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Hangivola Emyblonde Ratna dari Madagaskar lulus dari Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP. Dari Yordania, Bashar Sultan Abdallah Almadi menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Gigi, sedangkan Rahaf Omar Mustafa Almatarneh merampungkan studi di Program Studi Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran.
Sementara itu, Ali Hussein Saeed dari Irak menamatkan pendidikan pada Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Gigi. Kanchul Louis Mendy asal Gambia lulus dari Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum, dan Nusrat Din dari Pakistan menyelesaikan studi di Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik.
Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Unhas, Andi Masyitha Irwan, mengatakan keberadaan mahasiswa internasional memiliki kontribusi penting dalam penguatan reputasi global perguruan tinggi. Rasio mahasiswa asing, menurut dia, menjadi salah satu indikator yang diperhitungkan dalam berbagai sistem pemeringkatan universitas dunia.
“Unhas berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah mahasiswa internasional, baik yang mengikuti program degree maupun non-degree. Setiap pertambahan mahasiswa asing menjadi bagian penting yang kami laporkan dalam berbagai proses pemeringkatan internasional,” ujar Masyitha.
Selain mendukung capaian institusi, kehadiran mahasiswa internasional juga memperkaya atmosfer akademik di lingkungan kampus melalui pertukaran perspektif, budaya, dan pengalaman antarbangsa. Hal tersebut dinilai memberikan manfaat tidak hanya bagi mahasiswa asing, tetapi juga sivitas akademika secara keseluruhan.
Menurut Masyitha, salah satu strategi yang terus diperkuat adalah memperluas promosi peluang studi melalui jejaring akademik internasional serta memperkenalkan berbagai skema beasiswa bagi mahasiswa asing.
“Salah satu strategi yang terus diperkuat adalah memperluas promosi peluang studi di Unhas melalui jejaring kolega internasional. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkenalkan berbagai skema beasiswa yang tersedia bagi mahasiswa asing yang ingin melanjutkan pendidikan di Unhas,” katanya.
Upaya internasionalisasi juga diwujudkan melalui pengembangan berbagai program pertukaran mahasiswa. Selain International Cultural Program (ICP) yang rutin digelar setiap tahun, sejumlah program pertukaran dibangun bersama universitas mitra di berbagai negara. Fakultas-fakultas di lingkungan Unhas juga semakin aktif merancang program mobilitas internasional yang melibatkan berbagai disiplin ilmu.
Berbagai layanan bagi mahasiswa asing turut diperkuat, mulai dari pendampingan pengurusan visa hingga proses adaptasi kehidupan kampus. Menurut Masyitha, pengalaman positif yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di Unhas sering kali menjadi promosi yang efektif di negara asal mereka.
“Kami ingin memberikan pengalaman studi yang nyaman dan mudah diakses. Kesan positif yang diperoleh mahasiswa selama berada di Unhas sering kali menjadi promosi terbaik bagi calon mahasiswa lain di negara asal mereka,” ujarnya.
Saat ini, Unhas memiliki 635 mahasiswa internasional yang berasal dari berbagai negara, terdiri atas 444 mahasiswa program degree dan 191 mahasiswa program non-degree. Sebaran mahasiswa asing tersebut masih didominasi negara-negara di kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Ke depan, Unhas menargetkan peningkatan jumlah sekaligus keragaman negara asal mahasiswa internasional dengan memperluas jangkauan ke kawasan Asia, Eropa, dan Amerika.
“Kami ingin membawa dunia ke Unhas. Karena itu, yang kami dorong bukan hanya peningkatan jumlah mahasiswa internasional, tetapi juga keberagaman asal negara dan penguatan nilai unggul Unhas yang dapat dikenal oleh masyarakat global,” kata Masyitha.
Sebanyak 2.189 lulusan mengikuti Wisuda Periode Juni 2026 yang berlangsung dalam dua sesi di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, pada 22 dan 23 Juni 2026. Kehadiran tujuh lulusan internasional tersebut menjadi salah satu penanda semakin menguatnya posisi Unhas sebagai kampus dengan jejaring akademik global yang terus berkembang.







































