Matakita.co, Bone – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (KPI) Universitas Hasanuddin (Unhas) atas pelaksanaan Program Mannennungeng: Smart Hydro Loop di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone. Program tersebut dinilai menjadi contoh kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pertanian berbasis teknologi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurut Andi Asman Sulaiman, inovasi yang dikembangkan mahasiswa Unhas membuktikan bahwa hasil kajian akademik dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan pemberdayaan, Smart Hydro Loop tidak hanya menghadirkan teknologi pertanian, tetapi juga meningkatkan kapasitas petani agar mampu mengelola inovasi secara mandiri.
“Kami sangat berterima kasih dan bangga atas dedikasi luar biasa dari mahasiswa Unhas di Desa Kajaolaliddong. Inovasi Smart Hydro Loop ini bukan sekadar simulasi ilmiah di atas kertas, melainkan solusi nyata yang langsung menyentuh akar rumput demi menjaga stabilitas ketahanan pangan kita,” kata Andi Asman Sulaiman saat ditemui pada pembukaan turnamen Lamellong Cup II pada tanggal 9 juli 2026 lalu.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi terus diperkuat agar berbagai inovasi yang lahir dari kampus dapat diterapkan lebih luas dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian yang menghadapi tantangan perubahan iklim.
Program Mannennungeng sendiri lahir dari proses identifikasi kebutuhan yang melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat Desa Kajaolaliddong. Mengusung filosofi Bugis yang berarti “berkelanjutan”, program ini mengintegrasikan penerapan teknologi, penguatan kelembagaan lokal, serta pendampingan masyarakat dalam satu ekosistem pemberdayaan.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar manfaatnya tidak berhenti setelah program selesai, melainkan dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, Smart Hydro Loop diproyeksikan menjadi model pertanian cerdas yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai wilayah.
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., mengatakan apresiasi dari Bupati Bone menjadi motivasi bagi tim untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Apresiasi dari Pak Bupati menjadi penyemangat bagi kami semua. Ini menunjukkan bahwa program yang kami jalankan, yang lahir dari diskusi bersama masyarakat, benar-benar dibutuhkan dan diperhatikan oleh pemerintah. Kami berharap Smart Hydro Loop tidak hanya berhenti di Desa Kajaolaliddong, tetapi bisa menjadi model bagi desa-desa lain di Bone dalam membangun pertanian yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menilai penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bone menjadi bentuk kepercayaan terhadap kontribusi organisasi mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan oleh Pak Bupati. Ini membuktikan bahwa program pengabdian mahasiswa benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. UKM KPI berkomitmen terus mendampingi masyarakat, tidak hanya selama program berlangsung, tetapi juga setelah program berakhir agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Dosen Pendamping Program, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menegaskan keberhasilan Smart Hydro Loop sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, tim menerapkan pendekatan partisipatif sehingga masyarakat menjadi pelaku utama dalam setiap tahapan program.
“Mahasiswa hadir untuk mendampingi dan mentransfer pengetahuan, namun pilar utamanya tetap berada pada kesiapan dan kemandirian warga Desa Kajaolaliddong. Kami memproyeksikan sistem Smart Hydro Loop ini sebagai model pertanian cerdas yang bisa direplikasi di desa-desa lain,” ujarnya.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelompok tani, Program Mannennungeng diharapkan menjadi contoh kolaborasi yang mampu mempercepat adopsi inovasi pertanian sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat dalam mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan.








































