Home HISTORIA Jejak Torpedo Peninggalan Jepang di Gorontalo

Jejak Torpedo Peninggalan Jepang di Gorontalo

0

Matakita.co (Gorontalo) – Sebuah benda yang diduga terpedo , terdapat disalah satu rumah warga milik Zulkifli Lamusu (49) yang bertempat di kelurahan Tenda, kota selatan, Kota Gorontalo.
benda tersebut hingga saat ini masi di jaga dan dipelihara dengan baik oleh keluarga Zulkifli. Pasalnya, benda Kuno ini memiliki nilai sejarah yang menceritakan perjuangana orang tua Zulkifli. (Alm.Abdul Kadir Ahmad Lamusu)

Benda peninggalan sejarah tersebut, konon usianya sudah mencapai kurang lebih ratusan tahun. Selain usianya yang sudah termasuk tua, benda tersebut masi kokoh hingga tak terdapat kebocoran (lubang-lubang) sama sekali.

Peninggalan sejarah tersebut berukuran panjang 70cm, lebar 40cm dan memiliki ukuran 80 diagram. Pada benda itu terdapat bentuk sirip/sayap di pinggir-pinggirnya dan lubang pengkait berada pada bagian depan bawah dan belakang.

Arkeolog BPCB Gorontalo Buhanmis ramina mengungkapkan, benda tersebut berjenis torpedo mirip sirip ikan milik kapal selam jepang kala itu.
“Ini merupakan satu temuan baru di Gorontalo yang hari ini belum masuk dalam moseum”ungkap Buhanmis. Minggu (7/4/2019).

tambahnya, benda ini sering digunakan pada saat peperangan melawan tentara jepang pada tahun 1940, di mana peristiwa tersebut berlanjut pada momen perjuangan rakyat semesta (permesta) hingga kemerdekaan indonesia berhasil di rebut pada tahun 1945 “ini nilai sejarahnya besar , karna ini terpedo dan hanya negara jepang yang sering menggunakannya pada saat peperangan” terang arkeolog

Zulkifli salah seorang pensiunan PNS itu mengatakan, benda itu dahulu diberikan oleh salah seorang veteran pada peperangan di sulawesi tengah kepada ayahnya, karena kala itu beliau ialah salah seorang nahkoda kapal KM Sabut yang membebaskan dan mengantarkan para veteran ke seberang pulau untuk mengamankan diri, sebagai tanda terimakasih olehnya veteran memberikan barang tersebut sebagai kenang-kenangan kapada ayahnya untuk di ingat dimasa tua nanti. Tuturnya.

Sementara itu Buhanmis mengatakan, Torpedo adalah proyektil berpenggerak sendiri yang ditembakkan di atas atau di bawah permukaan laut dan kemudian meluncur di bawah permukaan laut yang dirancang untuk meledak pada kontak atau pada jarak tertentu dengan target.

Torpedo dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal permukaan,
Torpedo juga dapat menjadi senjata dari senjata lainnya dan ranjau CAPTOR yang menggunakan sensor khusus yang akan melepaskan torpedo ketika mendeteksi musuh.

Arkeolog menerangkan, Benda ini sudah tidak ada profelers ( baling-baling belakang) sehingganya tidak berfungsi lagi, atau bisa saja torpedo yang ini hanya sebagai lambang yang saat itu di hias pada markas veteran dan tak digunakan untuk menjadi penyerang musuh.

“Karena peperangan saat itu terjadi sehingganya benda ini di bawah oleh para veteran untuk di amankan dari para musuh agar tidak dimiliki. Mengingat jasa seorang nahkoda ulung Alm.Abdul Kadir Ahmad Lamusu yang memyelamatkan mereka sehingga diberikannya barang itu oleh salah seorang veteran untuk dijadikan sebagai kenang-kenangan. Tutur Buhan.

Buhan menerangkan kepada zul, bahwa lebih baik benda ini di berikan pada moseum untuk di amankan dan disimpan dengan baik agar tidak rusak atau hilang.

” kalau di taru pada mosuem barang ini pak, secara otomatis nama pemilik barang akan di cantumkan pada barang itu, dan berguna untuk para pengunjung yang memiliki marga lamusu untuk bisa di pertemukan dengan lamusu lainnya, dan yang pasti bapak akan dikunjungi oleh mereka yang mencari keluarganya.” Terang Arkeolog.

Karena benda ini di ketahui oleh keluarga, jadi saya harus bicarakan dulu bersama mereka apakah baiknya ditaru di moseum atau bagamana baiknya yang jelas saya harus koordinasikan hal ini kepada mereka. Tutup zulkifli.

Facebook Comments