Home Berita Strategi BKKBN Prov Gorontalo Tepat Sasaran, Edi Muin : Sinergi Seluruh Stackholder...

Strategi BKKBN Prov Gorontalo Tepat Sasaran, Edi Muin : Sinergi Seluruh Stackholder Harus Diperkuat Lagi

0

Matakita.co (Gorontalo) – Pelaksanaan program KKBPK pada tahun 2019 telah memasuki semester II, begini penyampaian yang di sampaikan oleh kepala perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Drs. Muhamad Edi Muin. Kamis (15/08/2019).

Dalam sambutan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo mengatakan evaluasi program perlu di lakukan secara Komprehensif terkait capaian kinerja program dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab masing-masing bidang, selama smester I dan apa yang akan di lakukan pada semester II tahun anggaran 2019 di sisa waktu yang kurang lebih dari lima bulan kedepan.

Menurutnya dari keberhasilan program KB mensyaratkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan yang terkait, karena keluarga berencana tidak hanya di maknai sebagai upaya pengendalian kelahiran semata, akan tetapi juga membangun kesadaran setiap keluarga agar memiliki dukungan sosial budaya, ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang memadai.

“Di dalam sasaran strategi, BKKBN harus mampu menurunkan angka kelahiran total (total fertiliy rate) per WUS (15-49 tahun) menjadi 2,28 yang saat ini masih 2,5. Meningkatkan pemakaian MIX kontrasepsi menjadi 66% yang masih berada pada angka 63,7%. Menurunkan angka ketidak berlangsungan pemakaian kontrasepsi sebesar 25%. Memenuhi kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi menjadi 9,91%, yang kondisi sekarang masih pada angka 12,9%. Meningkatkan peserta KB aktif MKJP menjadi (22,34).” Jelas Drs. Muhamad Edi Muin di hadapan Sekretaris Utama BKKBN RI.

Data statistik Bkkbn menunjukan pencapaian program KB Provinsi Gorontalo tahun 2019 pada posisi semester I sebesar 30,18% terhadap PPM, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo mengatakan bahwa kontribusi terbesar pencapaian PB MKJP merupakan Kabupaten Pohuwato sebesar 46,26%. pencapaian PB KB pria sendiri adalah kabupaten Boalemo.

“besaran kontribusi Kabupaten/kota terhadap PB per mix Kontrasepsi adalah Kabupaten Gorontalo yakni suntik, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo Utara adalah Kondom, kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Pohuwato yaitu Pil dan Kota Gorontalo yakni MOW (Medis Operas Wanita).” Lanjutnya.

Pelaksanaan Program KKBPK pada tahun 2019 telah memasuki semester II, oleh karena itu Drs. Muhamad Edi Muin mengatakan bahwa Koordinasi yang sudah terjalan selama ini antara BKKBN dan Daerah serta mitra kerja perlu lebih di perkuat, teruma penjabaran arah kebijakan dan strategi program KKBPK ke dalam berbagai prioritas di seluruh tingkat wilayah.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo terus berupaya untuk mendorong dan memfasilitasi pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

Facebook Comments