Home Kampus Bahas Pelonggaran PSBB, BEM FH Unhas Gelar DIKSI

Bahas Pelonggaran PSBB, BEM FH Unhas Gelar DIKSI

0
ADVERTISEMENT

MataKita.co, Makassar – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali mengadakan Diskusi Publik (DIKSI) melalui aplikasi Zoom, Kamis (21/5/2020).

Diskusi yang mengusung tema “Ikhtiar Perspektif seputar Kebijakan Pelonggaran PSBB di Indonesia: Dari Aspek Hukum, Sosial-Ekonomi hingga Kesehatan” dipandu langsung oleh Rindiani (Staf Kementerian Keilmuan BEM FH-UH Periode 2020).

Kepada MataKita.co, Rindiani mengatakan bahwa tema ini diangkat karena dilatarbelakangi oleh kenyataan ditengah upaya untuk menekan penyebaran Covid-19, pemerintah kembali merencanakan kebijakan untuk melonggarkan penerapan PSBB di Indonesia. Rencana pelonggaran PSBB tersebut dibahas Pemerintah pada rapat terbatas melalui video conference di Istana Negara pada hari Senin, 18 Mei 2020. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo dengan mengatakan bahwa apa yang dibahas pada rapat tersebut adalah skenario yang masih sebatas rencana dan dalam pelaksanaannya bergantung pada data di lapangan.

ADVERTISEMENT

“Aspek sosial-ekonomi menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi rencana pelonggaran PSBB di Indonesia. Mengingat bahwa masa pandemi terjadi bertepatan dengan bulan Ramadan yang mana merupakan bulan suci bagi umat islam, pergerakan orang bahkan perputaran ekonomi selalu terjadi sangat masif di bulan Ramadan. Sementara, dalam keadaan pandemi dan penerapan PSBB di beberapa wilayah di Indonesia membuat hal-hal yang menjadi kebiasaan umat islam dibatasi guna menekan penularan Covid-19. Selain itu, aspek kesehatan merupakan aspek yang perlu diperhatikan dalam rencana pelonggaran PSBB. Beberapa pihak berpandangan bahwa pelonggaran PSBB adalah bagian dari “herd immunity” yang belakangan ramai diperbincangkan. Hal tersebut dapat dimungkinkan dari rencana pemerintah untuk memperbolehkan warga berusia 45 tahun kebawah untuk kembali bekerja dengan harapan akan munculnya kekebalan pada sebuah populasi dengan potensi sebagian populasi dengan usia rentan dapat dengan mudah terinfeksi,” tutur Rindiani.

Dalam pelaksanaannya, seminar ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Rudianto Lallo, S.H. (Ketua DPRD Kota Makassar), dr. Rumaisah Hasan, Sp.KFR (Wakil Ketua Tim Nasional Pandemi Covid-19 PB Perdosri (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi Indonesia)), dan Andi Ryza Fardiansyah, S.H. (Managing Partner Law Office FARDIANSYAH & Co.)

Selain itu, seminar ini menghadirkan tiga penanggap yaitu Daniel Akhyari, S.H. (Kabid Hukum dan HAM HMI Cabang Makassar Timur), Didi Muslim Sekutu, S.H. (Presiden BEM FH-UH Periode 2017/2018), dan Muhammad Reski Ismail, S.H. (Pengurus DPD KNPI Provinsi Sulawesi Selatan).

Citizen Jurnalisme : Nur Fadliansyah Abubakar (Mahasiswa Ilmu Hukum Unhas angkatan 2018)

Facebook Comments
ADVERTISEMENT