Matakita.co, Makassar – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Aliansi Mahasiswa Solidaritas Pegunungan (AMSP) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Polewali Mandar (Polman), Selasa, (10/11/2020).
Aksi tersebut terkait Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dinilai tidak transparan oleh Pemerintah Kabupaten Polman kepada masyarakat.
Koordinator Aksi, Abdul Anas mengatakan, pihaknya menilai pemerintah kabupaten Polewali Mandar tidak terbuka kepada publik terkait dana alokasi anggaran pembangunan infrastruktur.
“Kami Aliansi Mahasiswa Solidaritas Pegunungan menuntut dan mempertanyakan kepada Pemerintah Polewali Mandar,” katanya
Lanjut Anas, dirinya menilai walaupun pihaknya bertemu dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) namun dirinya menganggap tidak menjawab secara keseluruhan point tuntutan dalam aksi tersebut.
“Menindaklanjuti dari tuntutan kami kepala dinas PUPR tidak dapat memberikan informasi yang jelas kepada kami dia tidak menjawab secara detail dan bahkan Pihak PUPR marah-marah saat kami mintai keterangan,” ungkap Abdul Anas.
“Kami akan terus menuntut Bupati Polewali mandar, Kepala Dinas PUPR beserta jajaranya untuk dapat memberikan informasi yang kami pinta dan dapat mempertanggungjabkannya,” tegas Anas.
Berikut tuntutan AMSP :
1. Titik Lokasi Pembagunan/peningkatan jalan kawasan transmigrasi Tubbi Taramanu.
2. Menindaklanjuti surat yang telah Ditandatangani Oleh Bupati Polewali mandar terkait pembangunan jalan poros Tutar.
3. Keterbukaan informasi pengelolaan Dana Alokasi khusus (DAK) Bidang bina cipta
3. Keterbukaan informasi pengelolaan Dana Alokasi khusus (DAK) Bidang bina cipta karya Pada dinas PUPR Polewali mandar mandar terkait pembangunan Infastruktur pada Tahun Anggaran 2020.
4. Keterbukaan informasi pengelolaan dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Cita karya pada Dinas PUPR Terkait program Swuakelola pada Tahun Anggaran 2020.









































