Home Mimbar Ide Seberapa Penting Resolusi Diawal Tahun?

Seberapa Penting Resolusi Diawal Tahun?

0
Muslim Haq. M
ADVERTISEMENT

Oleh : Muslim Haq. M*

Masih hangat dalam ingatan, menjelang pergantian tahun menuju 2021, tak sedikit harapan yang terekspos ke public  yang diimpikan banyak orang. Tak tanggung-tanggung semuanya mengandung ungkapan positif menyongsong lembaran baru memasuki tahun yang baru ini.

Tahun 2021 merupakan moment yang paling dinanti bagi setiap kalangan untuk memantaskan segala “harapan” yang mungkin saja belum tercapai ditahun sebelumnya. Anggap saja ditahun 2020 misalnya, tentu saja ada yang merasa bahwa ketercapaian harapan hidup dimasa itu  cenderung rendah dari segala “harapan” yang hendak digapai, tak terkecuali persoalan hati, karir, hingga ke ranah privasi yang sangat sulit tertebak.

Maka tak heran kemudian, ketika memasuki tahun 2021 ini, sungguh banyak kalangan menginginkan resolusi, baik diungkapkan secara lisan maupun tulisan melalui media social tentunya. Belakangan ini, intensitas orang cenderung mengungkapkan harapan tersebut dengan media social, ataupun semacamnya. Dengan melihat tagar semangat resolusi di tahun 2021, seolah kita diyakinkan akan adanya suatu perubahan besar yang terkandung dalam girah gerakan tersebut.

Lantas apakah resolusi itu?

Resolusi merupakan putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu yang akan diajukan kepada pemerintah. (KBBI Versi Online). Dari penjabaran ini, setidaknya dapat kita tarik kesimpulan bahwa resolusi sangat indentik dengan “keputusan”. Namun yang menjadi pertanyaan lanjutan apakah resolusi merupakan keputusan “pribadi” atau “kelompok”?

Sebab merujuk pada terjemahan KBBI diatas, kecendrungannya keputusan yang sifatnya kelompok ataupun kolektif. Tapi sudahlah, setidaknya frase resolusi tergantung setiap orang ataupun kelompok sematkan kemana. Sebab pada kenyataannya penyematan frase resolusi sangat bergantung pada kontekstual yang ada.

Hakikat resolusi

Setidaknya resolusi mengandung makna, suatu keputusan untuk  melakukan perubahan diri menuju sesuatu yang lebih baik. Umumnya tafsiran ini digunakan terhadap “pribadi” seseorang. Mungkin inilah sebabnya dihari pergantian tahun tak sedikit warga menginginkan terjadinya resolusi.

Maka dari itu setidaknya  ada empat tuduhan yang dialamatkan padanya, sehingga megharuskan terjadinya resolusi.

Pertama: bahwa boleh jadi ditahun kemarin masih tertumpuk segudang harapan sehingga menuntut hari akan  datang untuk mewujudkannya, Kedua: bahwa boleh jadi hari kemarin kesenjangan ekonomi, social, budaya dan politik terjadi dimana-dimana sehingga hadirnya resolusi sebagai penawannya,  Ketiga: bahwa boleh jadi kesenjangan keummatan dan kebangsaan yang semakin memprihatinkan keutuhannya, bahkan terkotak-kotakan, sehingga menuntut resolusi sebagi jawaban untuknya, dan Keempat: bahwa boleh jadi Kesenjangan supremasi penegakan hukum yang semakin jauh dari kebenaran dan keadilan sehingga resolusi pada sector hukum merupakan suatu kewajiban.

Betulkah resolusi?

Sejatinya resolusi adalah cita-cita mulia yang dikonstruksi dalam bentuk gagasan sehingga patut diapresiasi adanya. Prihal boomingnya tagar resolusi akhir-akhir ini merupakan representasi pengejewantahan pikiran setiap orang untuk diluapkan ke public.

Berdasarkan data dalam google trends, pada bulan Desember 2020, tagar “resolusi” berada diambang 75-100%. Hal ini tentu angka yang sungguh menakjubkan. Lalu apa tujuan dibalik ini? dan gerakannya dimulai darimana?

Hendaknya tujuan mendasar dari gerakan ini adalah tentu bagaimana mengikhtiarkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dimasa mendatang.  Karena itu, tentu memulainya dari diri sendiri pula. Akan tetapi yang jadi problem adalah terkadang kita terlarut dalam sebatas ucapan namun miskin dalam tindakan. Sebabnya, mungkin saja ada diantara kita hanya sekedar ingin ikut-ikutan ngetrend sehingga endingnya “lepas” tanpa pengawalan. Akibatnya, resolusi yang kini diimpikan kembali mengilhami kegagalan.

Maka dari itu, resolusi akan terjadi jika tak sekedar diucap, sebab resolusi harus disertai dengan aksi nyata. Selamat tinggal kenangan masa lalu. Selamat datang harapan baru.

Wallahu a’lam bissowab.

*) Penulis adalah ketua umum PC IMM Makassar Timur dan Peserta kelas menulis Kampus Gagasan.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT