*Oleh: Dzikrullah Al Muta’al
Mahasiswa KKN Unhas Gel 112 Posko Kejaksaan Negeri Makassar melakukan program kerja ke SLB B/C YPPLB Kota Makassar dalam rangka upaya untuk mendukung terciptanya masyarakat inklusif dengan konsep Give to Live yang dirasakan bagi anak-anak penyandang disabilitas tunarungu dan penyandang disabilitas tunagrahita.
Kemeriahan Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Sekolah dari masing-masing SLB yaitu Bapak Junaidin, S.Pd selaku Kepsek SLB B YPPLB dan Bapak Ilyas Ibrahim selaku Kepsek dari SLB C YPPLB yang turut bersama-sama membuka kegiatan bakti sosial secara resmi.
Dalam kesannya Junaidin, S.Pd mengungkapkan kesyukurannya kepada mahasiswa KKN Gel 112 Posko Kejari Makassar atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial dengan melibatkan siswa(i) untuk turut berpartisipasi, khususnya dalam memberikan transfer energi yang positif agar siswa(i) terpacu dan memiliki semangat lebih dalam bersekolah.
Begitupun dengan Ilyas selaku kepala sekolah juga merasakan kebahagiaan karena telah melaksanakan bakti sosial di SLB tersebut. Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendorong dan mendukung agar terciptanya masyarakat inklusif, masyarakat yang hidup tanpa membeda-bedakan dan mendiskriminasi manusia lainnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung, kegiatan dibuka dengan beberapa penampilan bakat dari siswa(i) SLB B/C YPLLB Makassar, seperti tarian daerah, pantonim, nyanyi solo, fashion show serta penampilan bakat lainnya. Kemeriahan kegiatan tak berhenti di situ, mahasiswa KKN Gel 112 Posko Kejari Makassar juga mengadakan sesi games yang berlangsung meriah dan membuat siswa(i) juga turut merasakan kebahagiaan.
Sebagai kesan akhir mahasiswa KKN Gel 112 Posko Kejari Makassar memberikan donasi berupa uang tunai yang telah dikumpulkan lalu disalurkan dan diberikan secara resmi ke masing-masing perwakilan kepala sekolah.
Kegiatan ini mendapat respon yang hangat serta positif dari seluruh siswa(i), guru, tenaga Pendidikan dan masing-masing Kepala Sekolah SLB B/C YPLLB Kota Makassar yang menyambut dengan baik pelaksanaan program kerja ini. Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, diharapkan dapat memberikan semangat positif dan memacu siswa(i) agar lebih bersemangat agar meraih cita-cita dan Impian mereka, yang merupakan harapan dan tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut dengan konsep Give to Live.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwasanya anak-anak penyandang disabilitas merupakan anak-anak yang memiliki keterbatasan dari segi fisik. Namun, sejatinya hal tersebut hanya dapat dilihat secara visual saja. Padahal dengan keterbatasan yang mereka miliki bukan berarti mereka tidak memiliki kelebihan yang lain. Stigma-stigma yang timbul di kalangan masyarakat non-disabilitas inilah yang harus kita hilangkan. Hadirnya kegiatan Give to Live ini diharapkan menjadi salah satu sarana yang dapat memfasilitasi mereka yang belum pernah berinteraksi dengan penyandang disabilitas ini agar dapat mengenal para siswa disabilitas lebih dekat.
Apabila dilihat dari sisi lain, bentuk pendekatan anak-anak penyandang disabilitas dan masyarakat non-disabilitas secara tidak langsung juga diharapkan dapat meningkatkan self efficacy para siswa disabilitas. Dalam artian bahwa, konsep Give to Live yang mempertemukan mereka secara tidak langsung dapat membentuk penyesuaian diri mereka yang lebih baik sehingga tidak lagi merasa minder atau malu karena tidak terbiasa berinteraksi dengan non-disabilitas.
Reaksi positif pada kegiatan ini dapat dirasakan melalui antusiasme seluruh pihak pada saat berlangsungnya kegiatan. Sehingga, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan berbagai aktivitas menarik lainnya. Sebab, hanya kebaikan yang dapat menjadi Bahasa yang di dengar oleh orang tuli dan dilihat oleh orang buta .
*) Penulis adalah Koordinator KKN Gel 112 Posko Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar.








































