Matakita.co, Makassar – Mahasiswa S1 Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Posko 8 menggelar Seminar Awal Evidence Based Learning (EBL) di Aula Kelurahan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan EBL 1 yang akan berlangsung melalui empat tahapan kegiatan di wilayah tersebut.
Seminar awal ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dosen pembimbing Posko 8, Wakil Lurah Labakkang, Kepala Puskesmas Labakkang, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Petugas Lapangan Keluarga (PLK), Ketua RT/RW, kader Posyandu, tokoh masyarakat, hingga staf Kelurahan Labakkang. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Evidence Based Learning di tingkat kelurahan.
Koordinator Posko Kelurahan Labakkang, Muhammad Rizky Aimar, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa EBL 1 akan difokuskan pada pendataan gizi masyarakat. Pendataan tersebut bertujuan memperoleh gambaran kondisi gizi keluarga secara menyeluruh sebagai dasar penyusunan program kesehatan yang tepat sasaran.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan kegiatan ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.
“Agar kegiatan Evidence Based Learning (EBL) dapat berjalan maksimal, kami sebagai mahasiswa sangat membutuhkan dukungan, bantuan, serta peran aktif masyarakat selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Sementara itu, Muzakkir yang mewakili Lurah Labakkang memaparkan profil wilayah kelurahan. Ia menyebutkan bahwa Kelurahan Labakkang terdiri atas tiga lingkungan, tujuh RW, dan 16 RT, dengan jumlah penduduk sekitar 5.000 jiwa yang tersebar dalam lebih dari 1.600 kartu keluarga.
Kepala Puskesmas Labakkang, Haje Nurhayati Rahmat, menegaskan bahwa data profil wilayah tersebut menjadi pijakan penting bagi mahasiswa dalam melakukan pendataan kesehatan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama dengan kader Posyandu serta menekankan agar data yang dikumpulkan benar-benar aktual dan diperoleh langsung dari masyarakat.
“Data yang tidak akurat atau dimanipulasi sejak awal akan memengaruhi ketepatan hasil dan keberlanjutan proses Evidence Based Learning pada tahap selanjutnya,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Dosen Pembimbing Kegiatan EBL Posko 8, Healthy Hidayanti, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Kelurahan Labakkang atas dukungan serta penerimaan terhadap mahasiswa.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendampingi proses pendataan yang akan dilakukan.
“Mari kita bekerja sama dan saling mendukung dalam mendampingi proses pendataan yang akan dilakukan oleh adik-adik mahasiswa,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan seminar awal ini, diharapkan rangkaian kegiatan EBL 1 Posko 8 dapat berjalan lancar serta menghasilkan data gizi masyarakat yang valid dan bermanfaat sebagai dasar perencanaan program kesehatan di Kelurahan Labakkang.








































