MataKita.co, Pangkep — Penemuan paket berisi narkotika jenis sabu seberat 1.051,2 gram di kawasan hutan mangrove Pantai Gusunge, Desa Pitue, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, memunculkan dugaan kuat adanya jalur penyelundupan narkoba melalui pesisir.
Paket tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan berinisial U saat mencari rumput laut di kawasan pesisir yang dikenal terpencil dan sulit dijangkau kendaraan.
Kasat Narkoba Polres Pangkep, AKP Ichsan, mengungkapkan bahwa nelayan tersebut menemukan bungkusan plastik hitam yang mencurigakan dan segera melaporkannya kepada aparat.
“Barang bukti terbungkus plastik bening di bagian dalam, kemudian dilapisi lagi dengan plastik hitam di bagian luar,” ujar AKP Ichsan.
Menurutnya, cara pengemasan yang rapi mengindikasikan bahwa barang tersebut dipersiapkan untuk perjalanan jarak jauh.
Penemuan ini mengarah pada dugaan bahwa kawasan pesisir Pangkep dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan narkotika, khususnya melalui jalur laut. Lokasi Pantai Gusunge yang tersembunyi dan minim pengawasan dinilai sangat strategis untuk aktivitas ilegal tersebut.
Hingga saat ini, barang bukti telah diamankan di Mapolres Pangkep. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pemilik paket yang diperkirakan bernilai miliaran rupiah tersebut.
Kepala Desa Pitue, Muhammad Nasrul, menjelaskan bahwa akses menuju lokasi sangat sulit karena harus melewati area tambak dan berjalan kaki cukup jauh.
“Kendaraan tidak bisa masuk langsung ke lokasi. Harus berjalan kaki melewati tambak baru bisa sampai ke pantai,” jelasnya.
Ia menduga kuat paket tersebut masuk melalui jalur laut.
Hal senada disampaikan warga setempat, Nisa, yang menyebut kawasan tersebut jarang dilalui masyarakat umum.
“Lokasinya sepi dan aksesnya sulit. Harus menembus hutan bakau, biasanya hanya nelayan yang ke sana,” ungkapnya.
Penemuan ini memperkuat indikasi bahwa jalur-jalur tersembunyi di wilayah pesisir masih menjadi celah bagi jaringan peredaran narkotika. Aparat kepolisian kini mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan yang memanfaatkan kawasan tersebut sebagai titik distribusi.







































