MataKita.co, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan verifikasi lapangan terhadap calon penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebagai bagian dari proses seleksi Tahun Akademik 2026/2027. Langkah ini ditempuh untuk memastikan bantuan pendidikan tersebut diterima oleh mahasiswa yang benar-benar memenuhi kriteria.
Verifikasi dilakukan dengan mengunjungi langsung tempat tinggal calon mahasiswa di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan serta Sulawesi Barat. Tim yang terdiri atas para Wakil Dekan dari berbagai fakultas di lingkungan Unhas meninjau kondisi tempat tinggal sekaligus berdialog dengan orang tua atau wali guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial ekonomi keluarga.
Melalui proses tersebut, Unhas tidak hanya mencocokkan data administrasi yang telah disampaikan calon mahasiswa, tetapi juga memastikan kesesuaian kondisi di lapangan. Upaya ini diharapkan mampu menjaga objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penetapan penerima KIP Kuliah.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp. Ortognat.D., menegaskan bahwa verifikasi lapangan merupakan bentuk tanggung jawab perguruan tinggi dalam mengawal pelaksanaan program KIP Kuliah.
“KIP Kuliah merupakan wujud komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Unhas bertanggung jawab memastikan proses seleksi berlangsung cermat, objektif, dan berintegritas sehingga bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak,” kata Ruslin.
Menurut dia, keterlibatan langsung para Wakil Dekan dalam proses verifikasi menunjukkan keseriusan Unhas menjaga kredibilitas pelaksanaan program tersebut.
“Kami ingin setiap keputusan didasarkan pada kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, penyaluran KIP Kuliah dapat berlangsung tepat sasaran dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas,” ujarnya.
Selama proses verifikasi, tim menemukan beragam potret kehidupan calon mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Di balik rumah-rumah sederhana yang mereka kunjungi, tersimpan tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mengubah masa depan melalui jalur akademik.
Temuan tersebut semakin menegaskan bahwa KIP Kuliah tidak hanya berfungsi sebagai bantuan pembiayaan pendidikan, tetapi juga menjadi jembatan harapan bagi generasi muda yang memiliki potensi akademik, namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Kegiatan verifikasi lapangan telah berlangsung sejak 23 Juni 2026 dan mencakup sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Hasil verifikasi akan menjadi salah satu dasar penting dalam penetapan penerima KIP Kuliah Tahun Akademik 2026/2027 sehingga program dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.







































