Home Mimbar Ide “INDONESIA MENCARI PRESIDEN BARU”

“INDONESIA MENCARI PRESIDEN BARU”

199
0
SHARE
A M Iqbal Parewangi

Oleh : A M Iqbal Parewangi*

Untuk agenda strategis terkait kepemimpinan nasional tersebut, berikut ini prinsip, inti dan solusi aksinya.

Pertama, prinsipnya, bahwa sebagai “pemberi kado terindah” bernama Indonesia, umat Islam bertanggungjawab sepenuhnya terhadap kepemimpinan nasional maupun daerah di negeri tumpah-darah para syuhada bersyahadatain ini.

Kedua, intinya, bahwa sebagai “pemegang rinci” kedaulatan Indonesia, umat Islam bertanggungjawab mencari lalu memilihkan pemimpin terbaik, bukan hanya memilih pemimpin.

Dalam konteks demokrasi modern, umat Islam Indonesia sudah terlibat optimal dalam 3 dari 5 prosesi penting pemilihan pemimpin. Dua prosesi di awal yaitu (1) menyediakan ruang demokrasi dan (2) menggodok potensi dasar kepemimpinan, serta satu lagi prosesi di akhir yakni (5) memilih. Akan tetapi umat Islam belum terlibat dalam dua prosesi penting yang sangat menentukan : (3) mencari calon-calon pemimpin untuk diajukan dalam kontestasi demokrasi, dan kemudian (4) memilihkan calon pemimpin untuk dipilih oleh rakyat.

Sejauh ini umat Islam Indonesia hanya tinggal memilih diantara calon pemimpin yang sudah dipilihkan oleh “kolaborasi segitiga” : parpol, pemilik modal, ditambah lembaga survei. Itu terjadi di Pilpres, Pileg dan Pilkada.

Konsekuensinya antara lain : wilayah otoritas politik umat Islam menjadi sangat sempit —sebatas bilik suara—, dan dipersempit hanya sebatas memilih calon pemimpin yang sudah dipilihkan oleh “kolaborasi segitiga” itu —termasuk jika tidak ada diantara pasangan calon yang cocok dengan kriterianya.

Lantas, harusnya bagaimana? Sebagai “pemegang rinci” kedaulatan sekaligus “pemegang saham” mayoritas demokrasi, umat Islam Indonesia seharusnya terlibat optimal pada seluruh prosesi berdemokrasi itu, termasuk mencari lalu memilihkan pemimpin terbaik untuk Indonesia. Ya itu Presiden, ya itu Gubernur, ya itu Bupati, ya itu Walikota. Begitupun terhadap Senator dan Legislator.

Baca Juga  Kinerja KPU Buruk, Kualitas Demokrasi Buton Tengah Dipertanyakan

Bagaimana mekanismenya? Salah satu yang terpenting dan sangat mungkin adalah dengan mengoptimalkan keberdayaan Ulama, Tokoh dan Ormas Islam.

Ketiga, SOLUSI AKSI dari agenda strategis itu, perlu segera dilaksanakan roadshow nasional “INDONESIA MENCARI PRESIDEN BARU” in sya Allah mulai Januari 2018.

Terbuka kemungkinan ikhtiar mencari Presiden baru ini meluas sampai pada pencarian Gubernur, Bupati, Walikota, Senator dan Legislator yang lurus syahadatainnya. Para calon pemimpin terbaik yang sungguh-sungguh pro-NKRI dan pro-Islam, pro-bangsa sekaligus pro-umat, yang menyatakan “Kita Indonesia, Kita Muslim” dengan ikhlas dan penuh amanah. In sya Allah…..

Salam takzim,

*) Penulis adalah Anggota DPD RI – MPR RI

Facebook Comments