Home Kampus “Sikolata Sebagai Program Pemberantasan Buta Aksara”

“Sikolata Sebagai Program Pemberantasan Buta Aksara”

151
0
SHARE
Suasana pembelajaran Program Pemberantasan Buta Aksara Sikolata

MataKita.co, Makassar – Empat mahasiswa Unhas yakni Elina Lestari Saputri, A. Hamka Nur, Nurfajriati dan Yuliana melakukan inovasi pengabdian kepada masyarakat dalam bidang literasi. Mereka melakukan melakukan upaya pemberantasan buta aksara di lingkungan Katumpong Kabupaten Bone. Program ini mengikutsertakan masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Adapun rangkaian kegiatannya terdiri dari empat tahap yang diawali Gerakan Mari (Gemar) bersosialisasi yakni tahap pengenalan program kepada masyarakat. Selanjutnya gemar aksara yakni tahap dimana masyarakat mulai diperkenalkan huruf lontara abjad dan hijaiyah. Tahap ketiga, gemar belajar adalah tahap peserta mulai mengeja dan latihan membaca. Kemudian gemar membaca yakni tahap evaluasi akhir dari proses pengabdian.

“Kegiatan terakhir kami lakukan gemar peduli literasi atau bincang bersama masyarakat tentang pentingnya literasi serta peresmian perpustakaan mini dan penutupan kegiatan,” tutur Elina, selaku ketua tim.

Elina mengungkapkan, latar belakang ia memiliki ide melakukan pengabdian karena menurut data, Kabupaten Bone di urutan kedua yang memiliki angka buta aksara sedangkan di Lingkungan Katumpong, persentase buta huruf masih mengkuatirkan.

Program ini awalnya didanai Dikti melalui proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang berjudul “Sikolata sebagai Program Upaya Pemberantasan Buta Aksara Abjad, Hijaiyah dan Lontara di Lingkungan Katumpong Kabupaten Bone”. Selain itu, program ini juga melakukan kerja sama dengan beberapa mitra di Kabupaten Bone.

“Kan disana kita bekerja sama dengan mitra, jadi kesepakatannya sikolata setelah penutupan tetap berlangsung dan dijalankan oleh mitra yang tetap bekerjasama dengan tim,” imbuhnya.

Hanya saja setelah penutupan 31 Mei lalu, belum dilanjutkan karena kondisi atau moment yang kurang tepat yakni mendekati hari raya dan setelah hari raya. Namun, Elina menjelaskan, kedepannya sudah ada pembicaraan untuk kembali melaksanakan program. Khusus kelas lontara akan diampu oleh adik kelas tiga yang telah mengikuti Sikolata sedangkan mengaji dan membaca akan diampu oleh mitra.

Baca Juga  Datu Luwu Puji Komitmen Ichsan Yasin Limpo

Ia berharap dengan kegiatan ini semangat peduli literasi bisa timbul di masyarakat dan angka buta aksara bisa turun. Selain itu, lanjutnya, Sikolata tidak hanya menjadi wadah khusus masyarakat di Lingkungan Katumpong saja, tapi juga bagi setiap yang ingin belajar.

“Kami berharap Sikolata akan terus ada dan dapat menjadi wadah belajar bagi masyarakat dan anak-anak,” harap Elina.

Facebook Comments