Beranda Hukum Tolak Isu Presiden 3 Periode, BEM Hukum Unhas Gelar Aksi Demonstrasi di...

Tolak Isu Presiden 3 Periode, BEM Hukum Unhas Gelar Aksi Demonstrasi di DPRD Sulsel

0

MataKita.co – Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas) bergerak melakukan aksi demonstrasi dari kampus Unhas Tamalanrea menuju gedung DPRD Sulawesi Selatan, Rabu (15/9/2021).

Spanduk bertuliskan Rakyat semakin sekarat negara semakin keparat, Tolak amandemen konstitusi, MPR jarang kerja sekalina kerja salah salah, dibentangkan menghadap pengguna jalan.

Aksi yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UH ini dilakukan sebagai respon atas isu amandemen konstitusi dan upaya perpanjangan masa jabatan presiden, yang sama sekali tidak urgent dilakukan di tengah kondisi sulit saat ini.

Advertisement

Terdapat 7 tuntutan yang disampaikan BEM  FH UH sebagai berikut:

1. Menolak secara tegas Amendemen kelima UUD NRI 1945, karena tidak menunjukkan urgensi dibutuhkannya amendemen konstitusi dengan alasan kesinambungan pembangunan, karena telah ada SPPN dan RPJPN yang menjadi rujukan dalam mewujudkan kesinambungan pembangunan nasional.
2. Menolak mengembalikan kewenangan MPR dalam menetapkan GBHN dengan wajah PPHN, karena ini adalah bentuk kemunduran bernegara dan pengkhianatan terhadap semangat reformasi yang mengamanatkan penguatan sistem presidensial.
3. Mendesak Presiden dan DPR untuk serius dalam pelaksanaan RPJMN 2020-2025, dan melakukan evaluasi terhadap RPJPN 2005-2025, dan menjadikan hasil evaluasi tersebut untuk menyusun RPJPN 2025-2050.
4. Mendesak Presiden dan DPR-MPR untuk fokus pada penanganan pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dibanding wacana amendemen konstitusi.
5. Menolak secara tegas isu Presiden tiga periode.
6. Mengecam segala bentuk pembungkaman atas kritik terhadap pemerintah.
7. Mendorong tegaknya supremasi penegakan Hukum, HAM dan Pemberantasan
Korupsi.

Taufik Hidayat, Presiden BEM FH UH menekankan kepada seluruh peserta aksi untuk merawat gerakan yang telah dimulai.

“Kita tidak boleh berhenti bergerak karena ini  tanggung jawab kita. Kita tidak boleh membiarkan ketidakadilan dan kesalahaan terus terjadi. Karena dengan membiarkan kesalahan terjadi, itu sama dengan berbuat kejahatan,” serunya.

Adapun Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kemitraan FH UH, Muh. Hasrul, juga memberi tanggapan atas aksi yang dilakukan.

“Selama masih dalam koridor demokrasi yang tidak mengganggu aktivitas orang lain, maka demonstrasi sah-sah saja sebagai bagian dari penyampaian aspirasi,” ujarnya.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT